Kain Ikat Humbang Shibori Antarkan Fitri ke Bangku Kuliah

Farida Noris    •    Rabu, 06 Dec 2017 12:25 WIB
budaya
Kain Ikat Humbang Shibori Antarkan Fitri ke Bangku Kuliah
Baju dari kain Humbang Shibori, Medcom - Farida Noris

Medan: Kain Humbang Shibori merupakan hasil karya kreasi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Hasil kerajinan tangan itu mampu mengantarkan Fitri, sang pengrajin, ke bangku kuliah.

Fitri, salah satu pegiat seni kain Humbang Shibori menyebutkan kain ini diproduksi dengan menerapkan konsep Eco Fashion. Sebab pewarnanya menggunakan bahan alami. 

Fitri mulai belajar sejak 2016. Ia bergabung dengan Rumah Kreatif Sinar Mas di Humbang Hasundutan.

"Kain ini dibuat dengan teknik tie dye (ikat celup). Awalnya memang susah, tapi semakin sering dilatih akhirnya lebih mudah. Jadi untuk memotif kain Humbang Shibori ini, harus tekun berlatih," urai Fitri kepada Medcom.id di Rumah Kreatif Sinar Mas Humbang Hasundutan beberapa waktu lalu.

Ia mengolah kain dari bahan katun, sifon, dan sutera, lalu mewarnainya dengan bahan pewarna alam. Hasilnya, warna kain mengagumkan. Proses pewarnaan memakan waktu hingga dua pekan.

Dalam proses pewarnaan, Fitri dibantu seorang rekannya Yenni. Sedangkan pembuatan motif, ada 10 orang yang mengerjakannya.

"Semua bahannya juga diperoleh dari alam di Humbang Hasundutan. Misalnya bahan daun, kulit kayu, buah, sisa furniture, bahkan kulit jengkol," jelas Fitri.

Fitri mengaku, dalam sebulan, mereka bisa membuat berkisar 50 lembar kain Humbang Shibori. Kemudian pengelola UKM menjual kain tenun itu ke pasaran dengan harga mulai dari Rp800 ribu sampai dengan Rp1,2 juta. 

Berapa upah yang diterima? Fitri enggan menyebutkan. 

"Tapi hasil dari penjualan itu dapat membantu biaya kuliah saya," kata perempuan yang kini kuliah di Universitas Sisingamangaraja XII itu.

Menurut Fitri, kain ikat itu bisa digunakan sebagai baju, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Bentuknya dapat disesuaikan. 

Sementara itu, Direktur Asuransi Sinar Mas Dumasi MM Samosir mengatakan terus berusaha mengenalkan kain ikat itu ke berbagai kalangan. Bahkan, pengenalan kain mencapai Kanada, Paris, Budapest, dan Bratislava. 

"Beberapa desainer di Eropa meminta Humbang Shibori untuk diperkenalkan secara resmi di sana di tahun 2018," kata Dumasi.


(RRN)