Realisasi Wajib KTP-el di Pekanbaru Capai 97,68 Persen

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 25 Oct 2017 20:16 WIB
pelayanan e-ktp
Realisasi Wajib KTP-el di Pekanbaru Capai 97,68 Persen
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Kota Pekanbaru hampir mencapai target 100 persen jumlah warga wajib KTP-el. Dari 609.121 jiwa wajib KTP elektronik, sebanyak 565.639 kartu yang sudah dicetak. Sebagian besar KTP-el tersebut sudah dibagikan ke warga. 

"Kami sudah memenuhi target sekira 97,68 persen dari total 609.121 warga Pekanbaru yang wajib KTP-el. Masih ada sekira 16.909 warga yang belum melakukan perekaman di kantor kecamatan," ungkap Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru, Baharuddin, saat ditemui Metrotvnews.com di kantornya, Rabu, 25 Oktober 2017.

Capaian 97,68 persen tersebut, kata Baharuddin, berkat upaya Disdukcapil Kota Pekanbaru menargetkan seluruh warga wajib KTP-el dapat segera memiliki kartu tanda penduduk elektronik yang resmi dikeluarkan pemerintah. 

Namun ia menegaskan bahwa KTP-el yang sudah dicetak diutamakan nagi warga yang sudah lama melakukan perekaman. 

"Mereka yang sudah dapat KTP-el adalah mereka yang sudah lama merekam data. Misalnya merekam pada tahun 2016 atau awal-awal 2017. Bagi yang baru mereka, saat ini sedang tahap pengurusan. Sementara ini kami berikan surat keterangan (Suket) pengganti KTP-el," jelas Baharuddin. 

Pihaknya belum menghimpun data secara lengkap jumlah suket yang sudah diterbitkan, karena jumlah warga yang melakukan perekaman terus bertambah dari hari ke hari. 

"Jumlah wajib KTP-el ini kan terus bertambah. Jadi tidak berhenti di angka 609.121 tadi. Bisa jadi besok ada warga yang menginjak usia 17 tahun dan melakukan perekaman," jelasnya. 

Khusus bagi warga yang memegang suket, sambung Baharuddin, masa berlakunya hanya enam bulan. Jika KTP elektroniknya sudah selesai dicetak maka pemilik suket daoat segera mengambilnya kartu tanda penduduk tersebut di tiap-tiap kantor kecamatan.

"Namun bagi yang belum dicetak KTP-el nya maka suket yang dimiliki warga akan diperpanjang masa berlakunya selama enam bulan lagi," papar Baharuddin.

Pihaknya mengimbau warga yang belum merekam agar segera melakukan perekaman supaya dapat segera didata dan mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ke depan, tambah Baharuddin, data kependudukan Kota Pekanbaru berbasis NIK. 

"Untuk segala pengurusan keperluan dan dokumen, yang dilihat adalah NIK. Bila warga tidak memiliki NIK maka akan sulit dalam melakukan berbagai keperluan dan pengurusan dokumen," tehasnya.

Sejauh ini belum ada kendala signifikan dalam perekaman KTP-el di Pekanbaru. "Kalaupun ada kendala, warga bisa pindah ke kantor kecamatan yang lain untuk melakukan perekaman. Cukup membawa kartu keluarga (KK)," ujarnya.

Kendala teknis, terang Baharuddin, kadang hanya pada keterbatasan blangko KTP-el. Jumlah warga yang melakukan perekaman kadang tak sesuai dengan jumlah blangko yang tersedia. "Untuk mentaktisi hal ini, kami proaktif meminta blangko ke Jakarta. Terakhir sekira sepekan lalu, kami ke Jakarta dan mendapat 6.000 lembar blangko," pungkasnya. 



(ALB)