Pilot Malindo Air Ditangkap Bawa 1,9 Gram Sabu

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 31 Dec 2017 06:18 WIB
narkoba
Pilot Malindo Air Ditangkap Bawa 1,9 Gram Sabu
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Batam: Seorang pilot maskapai Malindo Air berinisial AS diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri di Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu, 30 Desember 2017. Pilot tersebut diduga mengonsumsi sabu. Petugas juga menyita 1,9 gram sabu dari tangannya.

"Benar, seorang pilot Malindo Air inisial AS diamankan BNNP. Dia diamankan karena diduga mengomsumsi sabu. Petugas juga menyita sabu dan alat hisap dari pilot tersebut," kata General Manager (GM) Operasional Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, kepada Medcom.id, Sabtu, 30 Desember 2017.

Suwarso mengatakan, pilot AS diamankan sesaat setelah mendarat di Hang Nadim Batam. Dia menerbangkan pesawat Malindo Air dari Sabang (Malaysia)-Batam. Mendarat di Hang Nadim sekira pukul 13.00 WIB, Sabtu.

Saat tiba di terminal kedatangan, AS bersama awak pesawat Malindo Air diminta untuk melakukan tes urine. Informasi yang dihimpun Medcom.id, pilot AS sempat menolak dites urine.

Ketika masuk ke toilet bandara, AS diduga membuang sabu dan alat hisap berupa bong dan alumunium foil. Namun aksinya itu diketahui oleh petugas BNNP Kepri dan menyita barang bukti tersebut.

"Saat pilot AS tiba, petugas BNNP memang sedang melakukan tes urine kepada puluhan awak pesawat. Nah, ketika AS tiba di bandara, dia langsung diminta untuk dites urine," kata Suwarso.

Ditambahkan Suwarso, tes urine mulai berlangsung sekira pukul 09.00-13.00 WIB. Sebanyak delapan maskapai dengan masing-masing sekira tujuh jumlah awak pesawat yang dites urine.

"Totalnya ada sekira 69 awak pesawat yang dites urine oleh BNNP Kepri. Hasilnya umumnya negatif, hanya pilot AS yang diduga positif mengandung zat methamphetamine atau sabu," ungkap Suwarso.

Ditambahkan, pilot AS saat ini diamankan di Kantor BNNP Kepri di Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala BNNP Kepri Richard Nainggolan yang berusaha dikonfirmasi melalui telepon belum bersedia memberikan tanggapan. Pesan whatsapp yang dikirimkan Medcom.id juga belum dibalas.


(SUR)